Terkini :
Home » » Kaum munafiqpun Tertawa melihat perjuangan saudaranya yang belum berhasil

Kaum munafiqpun Tertawa melihat perjuangan saudaranya yang belum berhasil

Penulis : Bakharuddin on Sabtu, 05 November 2016 | 06.01

Dalam setiap peperangan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, ada saja yang tertinggal dan tidak ikut berjuang. Alasan mereka berbeda-beda. Ada yang memang memiliki udzur syar’i, seperti wanita, tua renta, sakit dan selainnya. Namun tidak sedikit yang tidak memiliki alasan syar'i.

Kelompok kedua ini yang bermasalah. Ada penyakit hati yang mencegat mereka. Bahkan mereka juga punya gerakan. Tapi gerakannya untuk menghalangi manusia ikut bersama Nabi. Termasuk mengendus kelemahan kaum Muslimin. Serta menyurutkan perjuangan. Harapan mereka, semoga Nabi dan Kaum Muslimin kalah dalam perjuangan.

Kaum Muslimin yang ikhlas menyertai Nabi tak selamat dari olok-olok lisan mereka. Di Perang Tabuk, mereka berkata: “Kami tidak pernah menyaksikan seperti para pembaca Alqur’an kita ini. Mereka adalah orang-orang yang paling mementingkan perut (rakus), paling dusta lisannya, dan paling penakut ketika bertemu (musuh)”. Ibnu Katsir, 4/171.

Tapi Allah Ta’ala membantah: "Teruskanlah ejekan-ejekanmu (terhadap Allah dan Rasul-Nya)". Sesungguhnya Allah akan menyatakan apa yang kamu takuti itu. Dan jika kamu tanyakan kepada mereka, tentulah mereka akan menjawab: "Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja". Katakanlah: "Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?" (QS. At-Taubah : 64).

Jika kaum Muslimin meraih kemenangan, mereka bermuram durja. Lalu pura-pura larut dalam suka cita. Menepuk dada, seraya berkata: “Hei, kami juga punya andil dalam kemenangan ini!”. Akan tetapi, saat kaum Muslimin ditakdirkan kalah. Senyum sinis penuh kemenangan mereka merekah. “Apa saya bilang...?! Andai mereka mau ikut saran saya, mereka tidak akan mati dan tidak pula dibunuh”.

Tapi sekali lagi Allah Ta’ala menyanggah: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu seperti orang-orang kafir (orang-orang munafik) itu, yang mengatakan kepada saudara-saudara mereka apabila mereka mengadakan perjalanan di muka bumi atau mereka berperang: "Kalau mereka tetap bersama-sama kita tentulah mereka tidak mati dan tidak dibunuh". (QS. Ali Imran : 156).

Demikianlah. Hikmah keberadaan mereka untuk menguji kaum Muslimin. Sejauh mana keikhlasan mereka berjuang untuk agama Allah. Iya, untuk agama Allah dan bukan kepentingan kelompok atau Ashabiyah Jahiliyah.

Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2011. Bakharuddin . All Rights Reserved.
Design Template by Bakharuddin | Support by creating website | Powered by Blogger